Sabtu, 16 Juli 2016

Tugas Biologi (Jenis-jenis Paku)



Paku Sawah
Azolla merupakan satu-satunya genus dari paku air mengapung suku Azollaceae. Terdapat tujuh spesies yang termasuk dalam genus ini. Azolla dikenal mampu bersimbiosis dengan bakteri biru-hijau Anabaena azollae dan mengikat nitrogen langsung dari udara. Potensi ini membuat Azolla digunakan sebagai pupuk hijau baik di lahan sawah maupun lahan kering. Pada kondisi optimal Azolla akan tumbuh baik dengan laju pertumbuhan 35% tiap hari Nilai nutrisi Azolla mengandung kadar protein tinggi antara 24-30%.
Seiring dengan perkembangan pupuk hijau, penggunaan azolla ini kini lebih banyak dimanfaatkan untuk budidaya perikanan. Dengan adanya mindazbesi yang menggabungkan mina padi dengan azolla, selain menjadikannya sebagai pakan perikanan juga konstribusi dapat digunakan untuk peningkatan produksi padi.
Paku Sawah
Bahasa Latin : Azolla caroliniana/pinnata
Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Pteridopsia
Ordo:
Salviniales
Famili:
Salviniaceae
Genus:
Azolla
                      Paku Ekor Kuda   
Paku ekor kuda












Bahasa Latin:
Equisetum telmateia telmateia
Klasifikasi ilmiah
             Kerajaan:  Plantae
             Divisi        : Pteridophyta
             Kelas        :  Equisetopsida
             Ordo         :  Equisetales
             Famili      :  Equisetaceae







Nama paku ekor kuda merujuk pada segolongan kecil
tumbuhan (sekitar 20 spesies) yang umumnya terna kecil dan semua masuk dalam genus Equisetum (dari equus yang berarti "kuda" dan setum yang berarti "rambut tebal" dalam bahasa Latin). Anggota-anggotanya dapat dijumpai di seluruh dunia kecuali Antartika. Di kawasan Asia Tenggara (Indonesia termasuk di dalamnya) hanya dijumpai satu spesies alami sajaKalangan taksonomi masih memperdebatkan apakah kelompok ekor kuda merupakan divisio tersendiri, sebagai Equisetophyta (atau Sphenophyta), atau suatu kelas dari Pteridophyta, sebagai Equisetopsida (atau Sphenopsida). Hasil analisis molekular menunjukkan kedekatan hubungan dengan Marattiopsida[2]. Semua anggota paku ekor kuda bersifat tahunan, terna berukuran kecil (tinggi 0.2-1.5 m), meskipun beberapa anggotanya (hidup di Amerika Tropik) ada yang bisa tumbuh mencapai 6-8 m (E. giganteum dan E. myriochaetum).









Paku Pedang
Bahasa Latin:
Nephrolepis biserrata
Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Nephrolepis
Schott, 1834


Paku Pedang 
Paku pedang (Nephrolepis) merupakan sekelompok tumbuhan paku dengan sekitar 40 jenis yang mudah dikenali karena entalnya memanjang berbentuk pedang. Terna epifit atau setengah epifit, mudah dijumpai tumbuh di tepi-tepi sungai, tebing, atau pada batang palem serta pohon lain. Rimpangnya tipis, menyerupai akar. Dari rimpangnya tumbuh ental yang memanjang, dapat mencapai 1,5m panjang, dengan anak-anak daun tersusun menyirip tunggal, mirip pedang atau mata tombak. Di Indonesia dan daerah Asia tropis lainnya, Nephrolepis mudah dijumpai di rumah-rumah atau kebun. Tumbuhan ini mudah beradaptasi karena bersifat epifit dan memiliki rimpang yang tahan kering yang menjalar ke mana-mana. Beberapa jenisnya, seperti Nephrolepis exaltata, N. duffii, dan N. cordifolia, dikenal sebagai tanaman hias
populer dan banyak
kultivar. N. Biserrata biasa dijumpai di batang-batang palem di kebun atau hutan.



                 Paku Sarang Burung
Paku Sarang Burung









Bahasa Latin:
Aspelenium Nidus
       Kerajaan  : Plantae
       Divisi        : Pteridophyta
       Kelas        : Polypodiopsida
       Ordo        : Polypodiales
       Famili      : Aspleniaceae
       Genus     : Aplenium
Paku sarang burung merupakan jenis tumbuhan paku populer sebagai tanaman hias halaman. Orang Sunda menyebutnya kadaka, sementara dalam bahasa Jawa dikenal dengan kedakah. Penyebaran alaminya adalah di sabuk tropis Dunia Lama (Afrika Timur, India tropis, Indocina, Malesia, hingga pulau-pulau di Samudera Pasifik. Paku sarang burung mencakup beberapa jenis berkerabat namun berbeda. A. australasiaticum juga sering dianggap sebagai paku sarang burung.Paku ini mudah dikenal karena tajuknya yang besar, entalnya dapat mencapai panjang 150cm dan lebar 20cm, menyerupai daun pisang. Ental-ental yang mengering akan membentuk semacam "sarang" yang menumpang pada cabang-cabang pohon. "Sarang" ini bersifat menyimpan air dan dapat ditumbuhi tumbuhan epifi lainnya. Paku ini kebanyakan epifit, namun sebetulnya dapat tumbuh di mana saja asalkan terdapat bahan organik yang menyediakan hara.




Paku Resam








Bahasa Latin:
Bahasa Latin:
Dicranopteris Linearis syn

       Kerajaan:  Plantae
       Divisi       : Pteridophyta
       Kelas       : Pteridopsida
       Ordo       : Gleicheniales
       Famili     : Gleicheniaceae
       Genus    : Dicranopteris

Paku Resam

Resam atau rasam (Dicranopteris linearis syn. Gleichenia linearis) merupakan jenis paku yang besar yang biasa tumbuh pada tebing-tebing di tepi jalan di pegunungan. Tumbuhan ini mudah dikenal karena peletakan daunnya yang menyirip berjajar dua dan tangkainya bercabang mendua (dikotom). Resam dikenal sebagai tumbuhan invasif di beberapa tempat karena mendominasi permukaan tanah menyebabkan tumbuhan lain terhambat pertumbuhannya. Tumbuhan ini dapat ditemukan di hampir semua daerah tropik dan subtropis di Asia dan Pasifik. Habitatnya adalah tebing teduh dan lembap mulai pada ketinggian 200m hingga 1500m di atas permukaan laut. Dulu tangkai daunnya
dipakai sebagai
pena.





Paku tanduk rusa










Bahasa Latin:
(Platycerium. bifurcatum)
Kerajaan:
Divisi        :
Kelas         :
Ordo          :
Famili       :
Genus       :
Platycerium Desy
PAKU TANDUK RUSA


Paku tanduk rusa
adalah sekelompok (sekitar 18 jenis) tumbuhan paku epifit yang semuanya tergabung dalam marga Platycerium. Paku tanduk rusa adalah sekelompok (sekitar 18 jenis) tumbuhan paku epifit yang semuanya tergabung dalam marga Platycerium. Tumbuhan ini memiliki penampilan yang khas karena memiliki dua tipe daun dengan fungsi dan bentuk yang jelas berbeda, dengan salah satu tipe daunnya bercabang-cabang berbentuk seperti tanduk rusa. Paku yang juga dikenal sebagai simbar menjangan ini dapat dijumpai tumbuh liar di semua daerah tropika dunia. Batang berupa rimpang lunak namun liat dan sulit dipotong dan tumbuh tidak menjalar. Daun dengan dua tipe; tipe pertama selalu steril dan berbentuk perisai tegak, mengering pada kondisi kurang air, fungsinya mengumpulkan dedaunan kering dan penangkap air, tipe kedua menjuntai dari "pusat" daun tipe pertama dengan bentuk menyerupai tanduk rusa (walaupun ada beberapa jenis yang tidak demikian), fungsinya sebagai pembawa spora yang terletak di sisi bawah daun, panjang daun yang dapat mencapai 1 meter atau lebih.







                   Semanggi                                                                                                         

Paku Semanggi













Bahasa Latin : Marsilea drummondii L.
Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Marsilea L.

Semanggi adalah sekelompok paku air (Salviniales)
dari marga Marsilea yang di Indonesia mudah
ditemukan di pematang sawah atau tepi saluran
irigasi.
Morfologi tumbuhan marga ini khas, karena
bentuk entalnya yang menyerupai payung yang
tersusun dari empat anak daun yang berhadapan.
Akibat bentuk daunnya ini, nama "semanggi" dipakai
untuk beberapa jenis tumbuhan dikotil yang bersusunan daun serupa, seperti klover.
Semua anggotanya heterospor:
memiliki dua tipe spora yang berbeda kelamin.
Daun tumbuhan ini (biasanya M. crenata) biasa dijadikan bahan makanan yang dikenal sebagai pecel semanggi, khas dari  daerah Surabaya. Organ penyimpan spora (disebut sporokarp)
M. drummondii
juga dimanfaatkan oleh penduduk asli Australia (aborigin) sebagai bahan makanan. Semanggi M. crenata diketahui mengandung fitoestrogen (estrogen tumbuhan) yang berpotensi mencegah
osteoporesis.