|
Paku
Sawah
Azolla merupakan satu-satunya genus dari paku
air mengapung suku
Azollaceae. Terdapat tujuh spesies yang termasuk
dalam genus ini. Azolla dikenal mampu bersimbiosis dengan bakteri
biru-hijau Anabaena azollae dan mengikat nitrogen
langsung dari udara. Potensi ini membuat Azolla digunakan sebagai pupuk hijau baik di lahan
sawah maupun lahan kering. Pada kondisi optimal Azolla akan tumbuh baik dengan
laju pertumbuhan 35% tiap hari Nilai nutrisi Azolla mengandung kadar protein
tinggi antara 24-30%.
Seiring dengan perkembangan pupuk hijau, penggunaan azolla ini kini lebih
banyak dimanfaatkan untuk budidaya perikanan. Dengan adanya mindazbesi yang
menggabungkan mina padi dengan azolla, selain menjadikannya sebagai pakan
perikanan juga konstribusi dapat digunakan untuk peningkatan produksi padi. |
|
Paku Ekor Kuda
|
Paku ekor kuda
|
|
Bahasa Latin:
Equisetum telmateia telmateia |
|
Klasifikasi
ilmiah
|
|
Kerajaan: Plantae
Divisi : Pteridophyta Kelas : Equisetopsida Ordo : Equisetales Famili : Equisetaceae |
Nama paku ekor kuda merujuk pada segolongan kecil tumbuhan (sekitar 20 spesies) yang umumnya terna kecil dan semua masuk dalam genus Equisetum (dari equus yang berarti "kuda" dan setum yang berarti "rambut tebal" dalam bahasa Latin). Anggota-anggotanya dapat dijumpai di seluruh dunia kecuali Antartika. Di kawasan Asia Tenggara (Indonesia termasuk di dalamnya) hanya dijumpai satu spesies alami sajaKalangan taksonomi masih memperdebatkan apakah kelompok ekor kuda merupakan divisio tersendiri, sebagai Equisetophyta (atau Sphenophyta), atau suatu kelas dari Pteridophyta, sebagai Equisetopsida (atau Sphenopsida). Hasil analisis molekular menunjukkan kedekatan hubungan dengan Marattiopsida[2]. Semua anggota paku ekor kuda bersifat tahunan, terna berukuran kecil (tinggi 0.2-1.5 m), meskipun beberapa anggotanya (hidup di Amerika Tropik) ada yang bisa tumbuh mencapai 6-8 m (E. giganteum dan E. myriochaetum).
|
Paku Pedang
|
||||||||||||
|
Bahasa
Latin:
Nephrolepis biserrata |
||||||||||||
|
||||||||||||
Paku Pedang
Paku pedang (Nephrolepis) merupakan sekelompok tumbuhan paku
dengan sekitar 40 jenis yang mudah dikenali
karena entalnya memanjang berbentuk pedang. Terna epifit atau setengah epifit, mudah dijumpai tumbuh di tepi-tepi sungai, tebing, atau pada batang palem serta pohon lain. Rimpangnya tipis, menyerupai akar.
Dari rimpangnya tumbuh ental yang memanjang, dapat mencapai 1,5m panjang,
dengan anak-anak daun tersusun menyirip tunggal, mirip pedang atau mata tombak. Di Indonesia dan daerah Asia tropis
lainnya, Nephrolepis mudah dijumpai di rumah-rumah atau kebun. Tumbuhan ini mudah beradaptasi karena bersifat epifit dan memiliki rimpang yang tahan kering yang
menjalar ke mana-mana. Beberapa jenisnya, seperti Nephrolepis exaltata, N. duffii, dan N. cordifolia, dikenal sebagai tanaman hias
populer dan banyak kultivar. N. Biserrata biasa dijumpai di batang-batang palem di kebun atau hutan.
populer dan banyak kultivar. N. Biserrata biasa dijumpai di batang-batang palem di kebun atau hutan.
Paku Sarang Burung
|
Paku Sarang Burung
|
|
Bahasa
Latin:
Aspelenium Nidus |
|
Kerajaan : Plantae
Divisi : Pteridophyta Kelas : Polypodiopsida Ordo : Polypodiales Famili : Aspleniaceae Genus : Aplenium |
|
Paku Resam
|
|
Bahasa Latin:
Bahasa Latin: Dicranopteris Linearis syn |
|
Kerajaan: Plantae
Divisi : Pteridophyta Kelas : Pteridopsida Ordo : Gleicheniales Famili : Gleicheniaceae Genus : Dicranopteris |
Paku Resam
Resam atau rasam (Dicranopteris linearis syn.
Gleichenia linearis) merupakan
jenis paku
yang besar yang biasa tumbuh pada tebing-tebing di tepi jalan di pegunungan.
Tumbuhan ini mudah dikenal karena peletakan daunnya
yang menyirip berjajar dua dan tangkainya bercabang mendua (dikotom). Resam
dikenal sebagai tumbuhan invasif di beberapa tempat karena mendominasi
permukaan tanah menyebabkan tumbuhan lain terhambat pertumbuhannya. Tumbuhan
ini dapat ditemukan di hampir semua daerah tropik dan subtropis di Asia dan
Pasifik. Habitatnya adalah tebing teduh dan lembap mulai pada ketinggian 200m
hingga 1500m di atas permukaan laut. Dulu tangkai daunnya dipakai sebagai pena.
|
Paku tanduk rusa
|
||||||||||||
|
Bahasa Latin:
(Platycerium. bifurcatum) |
||||||||||||
|
Paku tanduk rusa adalah sekelompok (sekitar 18 jenis) tumbuhan paku epifit yang semuanya tergabung dalam marga Platycerium. Paku tanduk rusa adalah sekelompok (sekitar 18 jenis) tumbuhan paku epifit yang semuanya tergabung dalam marga Platycerium. Tumbuhan ini memiliki penampilan yang khas karena memiliki dua tipe daun dengan fungsi dan bentuk yang jelas berbeda, dengan salah satu tipe daunnya bercabang-cabang berbentuk seperti tanduk rusa. Paku yang juga dikenal sebagai simbar menjangan ini dapat dijumpai tumbuh liar di semua daerah tropika dunia. Batang berupa rimpang lunak namun liat dan sulit dipotong dan tumbuh tidak menjalar. Daun dengan dua tipe; tipe pertama selalu steril dan berbentuk perisai tegak, mengering pada kondisi kurang air, fungsinya mengumpulkan dedaunan kering dan penangkap air, tipe kedua menjuntai dari "pusat" daun tipe pertama dengan bentuk menyerupai tanduk rusa (walaupun ada beberapa jenis yang tidak demikian), fungsinya sebagai pembawa spora yang terletak di sisi bawah daun, panjang daun yang dapat mencapai 1 meter atau lebih.
Semanggi
|
Paku Semanggi
|
||||||||||||
|
Bahasa
Latin : Marsilea drummondii
L.
|
||||||||||||
|
||||||||||||
dari marga Marsilea yang di Indonesia mudah
ditemukan di pematang sawah atau tepi saluran
irigasi. Morfologi tumbuhan marga ini khas, karena
bentuk entalnya yang menyerupai payung yang
tersusun dari empat anak daun yang berhadapan.
Akibat bentuk daunnya ini, nama "semanggi" dipakai
untuk beberapa jenis tumbuhan dikotil yang bersusunan daun serupa, seperti klover. Semua anggotanya heterospor:
memiliki dua tipe spora yang berbeda kelamin. Daun tumbuhan ini (biasanya M. crenata) biasa dijadikan bahan makanan yang dikenal sebagai pecel semanggi, khas dari daerah Surabaya. Organ penyimpan spora (disebut sporokarp)
M. drummondii juga dimanfaatkan oleh penduduk asli Australia (aborigin) sebagai bahan makanan. Semanggi M. crenata diketahui mengandung fitoestrogen (estrogen tumbuhan) yang berpotensi mencegah osteoporesis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar